Minggu, 09 Desember 2018

Hubungan Sekolah dan Masyarakat


 Hasil gambar untuk manajemen husemas



Pengertian Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Secara etimologis, hubungan sekolah dan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris “Public School Relation  yang berarti hubungan sekolah dan masyarakat adalah sebagai hubungan timbale balik antara organisasi (sekolah) dengan masyarakat/lingkungan yang terkait.
Hubungan sekolah dan masyarakat didefinisikan sebagai proses komunikasi antara sekolah masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas)
Tujuan husemas dimaksudkan untuk menciptakan hubungan seklah secara harmonis, meningkatkan kemajuan pendidikan disekolah dan memberi manfaat masyarakat akan kemajuan sekolah.
Menurut Elsbree seperti yang dikutip Tim  jurusan Administrasi Pendidikan (2003:52) mengemukakan tujuan-tujuan husemas yaitu sebagai berikut, yaitu :
1.      Meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak
Makin maju konsep-konsep pendidikan menunjukkan kepada para pendidik, terutama guru-guru disekolah, agar pendidikan dan pengajaran tidak lagi subject matter centered, tetapi hendaknya community life centered, tidak lagi berpusat pada buku tetapi berorientasi pada kebutuhan kehidupan dimasyarakat. Konsep  pendidikan yang demikian mengandung implikasi yang berhubungan dengan masyarakat, seperti :
a.      Personel sekolah, terutama guru , perlu mengetahui benar-benar masyarakat lingkungan hidup anak-anak sangat penting bagi program pendidikan.
b.      Kepala sekolah dan guru hendaknya selalu berusaha untuk bekerjasama dan memanfaatkan sumber-sumber di masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah.
c.       Sekolah hendaknya dapat bekerjasama dengan instansi-instansi lain dimasyarakat yang mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan.
d.     Guru-guru hendaknya selalu mengikuti perkembangan masyarakat dan selalu siap memahami dan mengkaji sumber-sumber masyarakat  yang dapat dimasukan kedalam rencana pengembangan pendidikan.
2.      Meningkatkan  pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas  kehidupan masyarakat. Didalam masyarakat yang demokratis, seyogyanya dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan masyarakat disemua bidang kehidupan masyarakat
3.      Mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan keduabelah pihak.
4.    Meningkatkan kualitas pembeljaran dan pertumbuhan peserta didik.
5.    Berperan dalam memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
6.    Mengembangkan program-program sekolah ke arah yang lebih maju.
7.    Mampu menumbuhkan kreatifitas serta dinamika kedua belah  pihak,sehingga hubungan dapat bersifat aktif dan dinamis.
 

Manajemen Pendidikan pada Perspektif Psikologi

Hasil gambar untuk psikologi

Tinjauan Manajemen Pendidikan  Dalam Persfektif Psikologi
            Hubungan psikologi dalam dunia pendidikan sangat erat sebab dalam lingkungan pendidikan yang menjadi tempat terlibatnya individu yang saling berinteraksi yang akan menimbulkan gejala-gejala psikologi serta tingkah laku yang  berbeda antara yang satu dengan yang lainya. Syah (2010:18) menjelaskan setidaknya ada 10 macam kegiatan dalam pendidikan yang banyak memerlukan prinsip-prinsip psikologis yakni: 1) seleksi penerimaan siswa baru; 2) perencanaan pendidikan; 3) penyusunan kurikulum; 4) penelitian pendidikan; 5) administrasi kependidikan; 6) pemilihan materi pelajaran; 7) interaksi mengajar-belajar; 8) pelayanan bimbingan dan penyuluhan; 9) metodologi mengajar; dan 10) pengukurun dan evaluasi.
            Tinjauan manajemen pendidikan dalam persfektif psikologi dapat ditinjau dari aspek fungsi manajemen pendidikan, dalam hal ini dapat dihubungkan tinjuan manajeman pendidikan dalam persfektif psikologi melalui telaah fungsi manajeman yang dikemukakan oleh Hamalik (2006:81-82), dalam kajian manajemen pendidikan disebutkan bahwa fungsi manajemen meliputi lima unsur pokok seperti yang telah dikemukakan sebelumnya dalam hakekat manajemen pendidikan.
Dari kelima fungsi tersebut maka ada empat aspek dari fungsi tersebut yang dapat diuraikan tinjauan manajemen pendidikan dalam persfektif psikologi yaitu sebagai berikut pertama, fungsi perencanaan mencakup berbagai kegiatan menentukan kebutuhan, penentuan strategi pencapaian tujuan, menentukan isi program pendidikan, dan lain-lain. Dalam rangka pengelolaan perlu dilakukan kegiatan penyususnan rencana, yang menjangkau kedepan untuk memperbaiki keadaan dan memenuhi fungsi kebutuhan dikemudian hari, menentukan tujuan yang hendak ditempuh, menyusun  program yang meliputi pendekatan, jenis, dan urutan kegiatan, menetapkan rencana biaya yang diperlukan, serta menentukan jadwal dan proses kerja.
Pada fungsi manajemen pendidikan sebagai suatu perencanaan diperlukan tinjauan psikologis khususnya terhadap potensi-potensi yang dimiliki manusia dihubungkan dengan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam fungsi perencanaan perlu diperhatikan perencaan terhadap individu selaku perencana dan pelaksana dari perencaaan yang telah dibuat sebelumnya yang memperhatikan aspek pembawaan seseorang. Menurut Purwanto (2010:26), tiap-tiap orang atau individu memiliki pembawaan watak, intelejensi, sifat-sifat dan sebagainya yang  berbeda-beda. Dengan perbedaan tersebut maka dalam perencanaan diperlukan perhatian besar terhadap kharakteristik individu seperti pada perencanaan pendidikan dalam menentukan kebutuhan, strategi, serta isi kurikulum. Perlu diperhatikan pemahaman mengenai perkembangan individu seperti pada peserta didik yaitu sejak masa sensori motor hingga ketahapan formal operasional. Dengan demikian perencanaan yang dilandaskan atas pemahaman konsep psikologi akan mengarahkan kepada tujuan yang diharapkan serta dapat terlaksana dengan baik, karena telah memperhatikan aspek kemanusiaan melalui pertimbangan terhadap objek  formal psikologi yaitu manusia.
Fungsi kedua ialah fungsi organisasi, meliputi pengelolaan ketenagaan, sarana dan prasarana, distribusi tugas dan tanggung jawab, dalam pengelolaan secara integral untuk itu diperlukan kegiatan-kegiatan seperti mengidentifikasi jenis  tanggung jawab dan wewenang serta merumuskan aturan hubungan kerja. Melalui kegiatan pengelolaan ketenagaan dalam fungsi organisasi perlu didasarkan atas pertimbangan konsep psikologi agar dapat mengoptimalisasikan efektivitas menyeluruh dalam organisasi untuk mencapai apa yang telah direncanakan sebelumnya. Manajemen pendidikan perlu dilaksanakan secara sinergistis antar sistem khusunya dikaitkan atas keberadaan organisasi sebagai himpunan pelaksana dalam manajemen pendidikan yang telah terstruktus secata sistematis dengan fungsi dan perannya masing-masing.
Fungsi ketiga adalah fungsi koordinasi yang berupaya menstabilakan antara berbagai tugas, tanggung jawab dan kewenangan untuk menjamin pelaksanaan dan berhasilnya program pendidikan. Dalam fungsi koordinasi sangat berkaitan dengan proses interaksi timbal balik yang terjadi khususnya antara fungsi masing-masing individu dalam suatu organisasi dan tidak terlepas pula dari tinjauan perilaku yang terjadi pada proses pelaksanaan manajemen pendidikan.
Fungsi keempat yaitu motivasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan keberhasilan program pelatihan dalam manajeman. Winardi (1984:12), menyebutkan motivasi dapat bersifat positif dan negatif. Motivasi positif yang kadang-kadang dinamakan sebagai cara pendekatan dengan memberikan umpan (carrot approach) sedangkan motivasi negatif sebut juga sebagai cara pendekatan dengan ancaman (stick approach) yang menggunakan ancaman-ancaman hukuman.
 

Sabtu, 08 Desember 2018

Tujuan Manajemen Pendidikan

Hasil gambar untuk tujuan manajemen pendidikan

        Manajeman pendidikan adalah suatu prose dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya
        Adapun tujuan dari manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, dan Bermakna (PAKEMB);
2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara;
3. Terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan (tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer);
4. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien;
5. Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentan proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan);
6. Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya;
7. Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel;
8. Meningkatnya citra positif pendidikan.
Pustaka:
Usman, Husaini.  2011.  Manajemen : Teori, Praktek dan Riset Pendidikan.  Yogyakarta: Bumi Aksara.  Edisi Ketiga, hal.13.


Hubungan Sekolah dan Masyarakat

  Pengertian Manajemen Hubungan S ekolah dan M asyarakat Secara etimologis, hubungan sekolah dan masyarakat diterjemahkan dari per...